Dalam trading forex, Stop Out adalah alat bantu otomatis yang didesain untuk melindungi trader dari potensi rugi selama kondisi market tak terduga, terutama saat periode volatilitas tinggi. Ini mencegah akun drop ke saldo negatif dengan menutup otomatis trade yang profitnya paling kecil begitu ekuitas akun mencapai persentase tertentu dari syarat margin. Mekanisme ini penting sekali untuk menjaga stabilitas akun dan menghindari rugi besar-besaran.
Proses Stop Out dimulai saat level margin di saldo akun trader drop di bawah jumlah yang sudah ditentukan, yang di JustMarkets ditetapkan di level margin 20%. Saat level ini tercapai, platform otomatis akan menutup order yang terbuka, dimulai dari yang profitnya paling kecil, untuk membebaskan margin dan mencegah rugi lebih jauh.
Prosedur otomatis ini diterapkan ke order beli maupun jual dan dieksekusi dengan cara yang sama, tidak pandang tipe order. Begitu level margin menabrak level Stop Out, sistem akan menutup posisi-posisi secara berurutan sampai level margin kembali ke level di atas 20%.
Level margin adalah rasio ekuitas trader terhadap margin yang terpakai, diwakili dalam persentase. Ini merupakan indikator penting yang membantu menentukan apakah akun Anda punya dana mencukupi untuk mempertahankan posisi terbuka. Level margin dihitung sebagai berikut:
Level Margin = (Ekuitas / Margin Terpakai) × 100
Sebagai contoh, kalau trader membuka posisi 1.0 lot untuk XAUUSD dengan margin terpakai sebesar $75 dan ekuitas $750, level margin adalah:
Level Margin = (750 / 75) × 100 = 1.000%
Kalau level margin drop terlalu rendah (di JustMarkets di bawah 20%), mekanisme Stop Out akan mulai menutup posisi.
Untuk informasi mengenai cara menghitung margin untuk masing-masing trade, silakan baca artikel: "Bagaimana Cara Menghitung Margin Per Order?"
Contoh 1: Trading di Akun Standard dengan Leverage 1:2000 dan Saldo $1,000
-
Order Pertama: 0.50 lot, order Beli untuk EURUSD.
- Harga buka: 1.10193.
- Syarat margin: $27.55.
- Spread: 8 poin (ekuitas drop sebanyak $4 setelah order dibuka).
- Ekuitas setelah order: $1,000 - $4 = $996.
- Level margin: 996 / 27,55 × 100 = 3.615,24%.
- Sekarang, katakanlah trade menghasilkan profit $50:
- Ekuitas Baru: $1,046.
- Level Margin Baru: 1.046 / 27,55 × 100 = 3.796,73%.
-
Order Kedua: 1.00 lot, order Beli untuk USDCAD.
- Harga buka: 1.37115.
- Syarat margin: $50.
- Spread: 15 poin (ekuitas drop sebanyak $10.93 setelah order dibuka).
- Ekuitas setelah order: $1.046 - $10,93 = $1.035,07.
- Level Margin Baru: 1.035,07 / 77,55 × 100 = 1.334,71%.
Sekarang, kita hitung kapan Stop Out akan terjadi:
Level Stop Out = (20 × 77,55) / 100 = 15.51 USD.
Kalau ekuitas drop sebesar $15.51, Stop Out akan terpicu, lalu order yang profitnya paling kecil akan ditutup. Katakanlah order kedua hasilnya rugi sebesar -$1,019.56, membuat ekuitas drop ke $15.51, dalam hal ini order kedua (USDCAD) akan ditutup, dan level margin akan dihitung ulang menjadi:
- Level Margin Baru = 15,51 / 27,55 × 100 = 56,30%.
Order pertama untuk EURUSD yang menguntungkan akan tetap terbuka dan level margin sekarang kembali ke atas level Stop Out.